Tuesday, May 31, 2016
Kecap Lele dan Pelanggan (Wedangan Omah Londo, Purwosari SOLO)
Kecap Lele & Wedangan Omah Londo
Beruntung banget Kecap Lele sore ini bisa bertemu dengan pelanggan setia yg meluangkan waktunya seperti Ibu kita satu ini, dan tentu ucapan terimakasih atas kesediaannya sejenak menemani.
Bu Mira, pengelola Wedangan Omah Londo yang beralamat di Jalan Agus Salim Purwosari atau di sebelah timur bangunan Hotel Grand Saripetojo (sekarang Swiss Bel-inn Hotel) Laweyan, Solo.
Dipilihnya nama Omah Londo, lanjut Bu Mira dimaksudkan untuk mengembalikan ingatan orang Solo sekitar bahwa lokasi angkringan itu dulu adalah perkantoran orang Belanda pada zaman penjajahan. Karena arsitektur bangunan masih orisinil khas Eropa dan termasuk bangunan cagar budaya, maka kekhasan interior dan inferior bangunan yang mampu menampung 100 pengunjung itu tetap terjaga.
Konsep menu angkringan pun juga dibuat beda, yakni memadukan unsur tradisional dan modern. “Sajian khas tetap nasi kucing, teh manis, beras kencur dan bakaran gorengan. Tapi bagi anak-anak dan remaja/pemuda kami sajikan juga makanan modern seperti es krim, kopi, cake (kue) dan lain sebagainya,” katanya.
Tak ketinggalan, Kecap Lele juga memberi sumbangsih terhadap kelezatan dan kenikmatan masakan nasi babat, nasi goreng babat gongso, nasi peda dan beberapa menu masakan yang lain.
Nah,
Bagaimana dengan produk Kecap yang anda gunakan sekarang? apakah sudah memiliki citarasa seperti Kecap Lele yang melegenda?
Info & Sampel
Hub: (081 229 794 321)
Hub: (081 229 794 321)
Kecap Legendaris ya Kecap Lele
Kecap apa hayo..yang no satu teman2?.
Jawabannya..pasti semua merk kecap ya..hihi..lha itu..kadang2 kita baca di setiap kemasan kecap..ada tulisan no 1 kan..terutama sich untuk kecap2 lokal ya..yang terkenal di setiap daerah masing2. Yapp..selain kecap merk brand ternama yang iklannya banyak wara wiri di media massa..ada beberapa daerah yang malah tetep setia dengan kecap merk lokal. Salah satunya di Jawa Tengah..ada beberapa merk kecap lokal yang cukup ternama dan melekat di hati masyarakat.
Jawabannya..pasti semua merk kecap ya..hihi..lha itu..kadang2 kita baca di setiap kemasan kecap..ada tulisan no 1 kan..terutama sich untuk kecap2 lokal ya..yang terkenal di setiap daerah masing2. Yapp..selain kecap merk brand ternama yang iklannya banyak wara wiri di media massa..ada beberapa daerah yang malah tetep setia dengan kecap merk lokal. Salah satunya di Jawa Tengah..ada beberapa merk kecap lokal yang cukup ternama dan melekat di hati masyarakat.
Kecap.. memang tidak bisa lepas dari keseharian masyarakat kita ya. Banyak merk kecap..baik nasional..brand2 terkenal ataupun kecap lokal semua punya penggemar sendiri2. Di beberapa daerah..bahkan popularitas kecap lokal..lebih menonjol daripada kecap2 merk nasional. Kecap2 lokal itu bahkan tidak perlu menghabiskan biaya promosi sepeserpun. karena tanpa iklanpun..sudah begitu di kenal.
Kecap favorit yang melekat di masyarakat Kota Semarang, Pati dan sekitarnya adalah kecap Lele produksi dari Kota Pati..dan mungkin nggak cuma di kedua kota tersebut ya..di daerah Pantura..kecap ini sangat di sukai. Rasanya enak..manis dan gurih khas..karena ada tambahan bumbu rempah2nya. Buat makan mie instan aja..jadi enak mienya..nggak eneg bau pabrik..hihi.Kecapnya juga kental..dan jika di tambahkan ke masakan..citarasanya jadi lebih menonjol..misal seperti nasi goreng..mie goreng..pakai kecap lele ini..wah mantap dech. Makanya banyak pedagang kaki lima..warung2 soto dll..yang memakai kecap lele ini.
Sejarah berdirinya pada tahun 1954 oleh Guna Pranoto (Go Tjwan Hok), dan lokasi awalnya berada di Jln. Rogowongso No. 28 – sebelah timur pasar Rogowangsan Pati, Jawa Tengah. Awalnya, sekitar tahun 1953, perusahaan ini hanya berupa sebuah toko kecil yang menjual bumbu masak dan kecap yang belum memiliki merek, dengan volume penjualan kecil.
Metode pemasaran kecap inipun hanya dengan dijual sendiri keliling kota dengan mengendarai sepeda oleh pemiliknya yaitu Guna Pranoto. Setahun kemudian toko kecil ini berkembang pesat, sehingga kemudian kecap yang diproduksi diberi merek “Ikan Lele”.
Nama awalnya adalah Perusahaan Kecap cap “Ikan Lele Ny. Go Tjwan Hok” dan telah memiliki ijin dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 1988 yaitu Nomor SP 18/11.24/88. Ijin dari Departemen Kesehatan ini sangat penting karena produksi kecap erat kaitannya dengan kebutuhan makanan sehingga harus memenuhi syarat kesehatan sebagai makanan yang di konsumsi oleh manusia.
Karena keuletan dan ketekunan pemiliknya, maka beberapa tahun kemudian Perusahaan kecap “Ikan Lele” makin berkembang. Pada tahun 1977 pendiri Kecap Lele Guna Pranoto meninggal dunia dan sebelumnya telah mewariskan Perusahaan kecap “Ikan Lele” kepada isterinya, Ny. Tri Mulyani (Ny.Go Tjwan Hok).
Dengan perkembangan konsumen yang begitu pesat, dibutuhkan pabrik yang lebih luas dan longgar agar perusahaan dapat mengikuti kebutuhan konsumennya maka lokasi Perusahaan kecap “Ikan Lele” dipindahkan ke lokasi baru Jl. Raya Pati-Juwana Km. 3, Jawa Tengah. Ini disebabkan lokasi awal tempat produksi kecap sulit diperluas karena terletak di tengah kota.Setelah 23 tahun menjalankan usaha kecap ini, Ny. Tri Mulyani menyerahkan Perusahaan kecap “Ikan Lele” kepada anaknya Gunawan Pranoto, untuk dikelola lebih lanjut sampai saat ini.
Kecap ‘ikan lele’ tersedia dalam berbagai kemasan dan ukuran: 50ml, 340ml, 680ml dan kemasan terbaru; pouch 600ml. Nah, Segera mencoba dan beralih ke kecap ‘ikan lele’ sekarang.
Untuk_Pesan_Kirim_Sampel .
Hub: 081 229 794 321/ 0896 1589 1311
#Pemasaran_wilayah_SOLO#
Hub: 081 229 794 321/ 0896 1589 1311
#Pemasaran_wilayah_SOLO#
Subscribe to:
Posts (Atom)










